Minggu, 31 Januari 2016

RENUNGAN BA'DA SHOLAT MAGHRIB

Ketika aku ingin hidup KAYA, 
aku lupa, bahwa HIDUP itu sendiri adalah sebuah KEKAYAAN. 
Ketika aku berat utk MEMBERI, aku lupa, 
bahwa SEMUA yang aku miliki juga adalah PEMBERIAN. 
Ketika aku ingin jadi yang TERKUAT, aku lupa, bahwa dalam KELEMAHAN, 
Tuhan memberikan aku KEKUATAN. Ketika aku takut Rugi, Aku lupa, 
bahwa HIDUPKU adalah sebuah KEBERUNTUNGAN, kerana AnugerahNYA. 
Ternyata hidup ini sangat indah, ketika kita selalu BERSYUKUR kepadaNYA 
Bukan karena hari ini INDAH kita BAHAGIA. Tetapi karena kita BAHAGIA, 
maka hari ini menjadi INDAH. Bukan karena tak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS.
Tetapi karena kita OPTIMIS, RINTANGAN akan menjadi tak terasa. 
Bukan karena MUDAH kita YAKIN BISA. Tetapi karena kita YAKIN BISA, 
semuanya menjadi MUDAH. Bukan karena semua BAIK kita TERSENYUM. 
Tetapi karena kita TERSENYUM, maka semua menjadi BAIK. 
Tak ada hari yang MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI yang membuat SULIT. 
Bila kita tidak dapat menjadi jalan besar, cukuplah menjadi JALAN SETAPAK yang dapat dilalui orang. Bila kita tidak dapat menjadi matahari, cukuplah menjadi LENTERA yang dapat menerangi sekitar kita. 
Bila kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang, 
maka BERDOALAH untuk kebaikannya. Kita lahir tanpa membawa apapun 
dan kembali tak ada yg kita bawa.....kecuali Amal perbuatan semasa hidup

Menangislah Karena Air Matamu Dapat Memadamkan Api Neraka



Dua ilmuwan pernah melakukan penelitian disertasi tentang air mata.
Kedua peneliti tersebut berasal dari Jerman dan Amerika Serikat.
Hasil penelitian kedua peneliti itu menyimpulkan bahwa air mata yang keluar
karena tepercik bawang atau cabe ‘‘BARBEDA’’ dengan air mata yang mengalir
karena kecewa dan sedih.
Air mata yang keluar karena tepercik bawang atau cabe ternyata tidak
mengandung zat yang berbahaya.
Sedangkan, air mata yang mengalir karena rasa kecewa atau sedih disimpulkan mengandung toksin, atau racun.
Kedua peneliti itu pun merekomendasikan agar orang² yang mengalami rasa kecewa dan sedih
lebih baik menumpahkan air matanya. Sebab, jika air mata kesedihan atau kekecewaan itu tidak dikeluarkan, akan berdampak buruk bagi kesehatan lambung.
Menangis itu indah, sehat, dan simbol kejujuran. Pada saat yang tepat,
menangislah sepuas²nya dan nikmatilah karena tidak selamanya orang bisa menangis.
Orang² yang suka menangis sering kali dilabeli sebagai orang cengeng.
Cengeng terhadap Sang Khalik adalah positif dan cengeng terhadap makhluk adalah negatif.
Orang² yang gampang berderai air matanya ketika terharu mengingat dan merindukan Tuhannya, 
air mata itu akan melicinkannya menembus surga. Air mata yang tumpah 
karena menangisi dosa masa masa lalu akan memadamkan api neraka.

Hal ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW;
‘‘Ada mata yang diharamkan masuk neraka, yaitu mata yang tidak tidur semalaman dalam perjuangan fisabilillah dan mata yang menangis karena takut kepada Allah SWT’’ (HR. Muslim)
Seorang sufi pernah mengatakan, jika seseorang tidak pernah menangis,
dikhawatirkan hatinya gersang. Salah satu kebiasaan para sufi ialah menangis.
Beberapa sufi mata dan mukanya menjadi cacat karena air mata yang selalu berderai.
Tuhan memuji orang menangis;
‘‘Dan, mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk’’(QS Al-Isra' [17]:109).

Nabi Muhammad SAW bersabda;
‘‘Jika kalian hendak selamat, jagalah lidahmu dan tangisilah dosa²mu’’(HR. Muslim)

Ciri-ciri orang yang beruntung ialah :

1. Ketika mereka hadir di bumi langsung menangis,
    sementara orang-orang di sekitarnya tertawa dengan penuh kegembiraan.
2. Jika meninggal dunia ia tersenyum, sementara orang-orang di sekitarnya
    menangis karena sedih ditinggalkan.





#MenangislahKarenaAirMatamuDapatMemadamkanApiNeraka
#FkiAsshihah
#SlimutNdunyo

MENULIS "HUSNUL KHATIMAH" YANG BENAR

Husnul Khatimah 
Mana yang benar dalam menulis : 
- Chusnul chatimah 
- Khusnul Khatimah atau.... 
- Husnul Khatimah 
Yang benar adalah. حُسْنُ الخَاتِمَ "Husnul Khatimah" (huruf "H" nya pakai huruf"h/ح"dibaca tipis, 
bukan pake "H/ھ" dibaca tebal) 
Husnul asal katanya adalah "Hasan" yang berarti BAIK, "Husnul" berarti TERBAIK 
Jadi Makna dari kalimat "Husnul khatimah" adalah... "MATI DISAAT (dalam keadaan) 
YANG TERBAIK Lalu bagaimana jika ditulis dan dibaca dengan. خُسْنُ الخَاتِمَة Khusnul khatimah.., 
yang dibaca menggunakan huruf خ/ kh... 
Naaah....kalo Husnul artinya TERBAIK..., maka Khusnul artinya TERHINA/ TERENDAH 
Maka makna kalimat "KHUSNUL KHATIMAH adalah "MATI DISAAT (dalam keadaan) 
DIHINAKAN/ DIRENDAHKAN . 

Waaaw , SO mulai sekarang yuk kita nulis dgn benar ya teman ;)

Jumat, 29 Januari 2016

PANDANGAN HIDUP DI HARI TUA


Dulu ....

Kita sangat KAGUM pd manusia yang : » Cerdas,  » Kaya,  » Berhasil dalam Karir,  » Hidup sukses,  » dan Hebat Dunianya.

Namun Sekarang ...

Kita memilih untuk mengganti kriteria kekaguman tsb.  dengan :
» Manusia yang Hebat di mata ALLOH,    » Sekalipun kadang penampilannya begitu biasa dan sangat bersahaja.

Dulu ...

Kita memilih MARAH ketika merasa 'Harga Dirinya' dijatuhkan oleh orang lain yang 'Berlaku Kasar Kepada kita ' dan menyakiti dengan 'Kalimat-Kalimat Sindiran'.

Sekarang ...

Kita memilih untuk  BANYAK BERSABAR & MEMAAFKAN, Karena kita yakin 'Ada Hikmah Lain'.  yang datang dari mereka ketika kita. mampu untuk 'Memaafkan & Bersabar'.

Dulu ... 
Kita memilih MENGEJAR DUNIA dan 'Menumpuknya' sebisa mungkin .... Ternyata kita sadari kebutuhan itu hanyalah 'Makan dan Minum' untuk hari ini.

Sekarang ... 
Kita memilih untuk BERSYUKUR & BERSYUKUR dengan apa yang ada dan memikirkan bagaimana kita bisa 'Mengisi Waktuk untuk hari ini dengan apa yang bisa kita lakukan/perbuat dan bermanfaat 'Untuk Sesama'. Kita takut di akhirat kelak ALLOH menegur ketika kita mengetahui anak yatim, fakir, miskin kelaparan, tapi kita tidak memberinya makan.

Dulu ... 

Kita berpikir bahwasanya kita bisa MEMBAHAGIAKAN  » Orang tua,  » Saudara,  » dan teman-temanku  jika kita berhasil dengan dunianya, Ternyata yang membuat mereka bahagia 'Bukan Itu', melainkan :  » Ucapan,  » Sikap,  » Tingkah,  » dan Sapaanku kepada mereka.

Sekarang ... 

Kita memilih untuk 'Membuat Mereka Bahagia' dengan apa yang ada pada diri kita. karena kita ingin ke-Manfaat-an ditengah-tengah mereka... (Sebaik-baik Manusia adalah yg Bermanfaat buat Manusia lainnya)

Dulu ... 

Fokus pikiran kita. adalah membuat RENCANA-RENCANA DAHSYAT untuk Dunia.... Ternyata kita menjumpai teman dan saudara-saudara kita. begitu cepat menghadap kepada-NYA...

Sekarang ... 

yang menjadi 'Fokus Pikiran' dan 'Rencana-Rencana' kita adalah Bagaimana agar Hidupk ini dapat Berkenan di mata ALLOH dan Sesama jika suatu saat nanti diri ini dipanggil oleh-NYA.
→ Τak ada yang  dapat menjamin bahwa kita dapat menikmati 'Teriknya Matahari Esok Pagi'
→ Τak ada yang  bisa memberikan jaminan kepada kita bahwa kita masih bisa 'Menghirup udara Besok Hari'.
Jadi apabila 'Hari Ini dan Esok Hari' kita. masih hidup, itu adalah karena kehendak ALLOH semata, bukan kehendak siapa-siapa...
Renungan ini mengintropeksi kita agar lebih mawas diri bahwa : 'DULU' kita ini siapa? Dan 'SEKARANG' kita mau kemana??

Kamis, 28 Januari 2016

Bermuhasabahlah Terhadap Diri Anda Sendiri


Buatlah satu catatan muhasabah terhadap diri sendiri.
Catatlah perkara-perkara negatif yang selalu anda kerjakan.
Kemudian mulailah mencari jalan keluar untuk menghindarinya.
Umar bin Al-Khattab r.a pernah berkata :
“Lakukan muhasabah terhadap diri sendiri sebelum orang lain
melakukannya terhadap diri anda,timbanglah dirimu sebelum orang lain yang menimbangnya,
dan bersiap-siaplah kalian (dengan banyak melakukan amal soleh)
untuk menyambut datangnya suatu hari saat amal kalian akan dihisab.”
Terdapat tiga kesalahan yang selalu berulang dalam kehidupan sehari-hari kita iaitu,
Pertama : Menyia-nyiakan waktu
Kedua : Membicarakan perkara-perkara tidak berguna
Ketiga : Memperhatikan masalah remeh.
Sikap sedemikian termasuk merupakan faktor penghalang kebahagiaan dan ketenteraman.
Rasulullah S.A.W pernah mengajarkan kepada bapa saudaranya
Abbas satu doa untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat :
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu keampunan dan kesihatan."

(Dr Aidh Abdullah Al Qarni - La Tahzan)

ALLAH MENJAWAB AL-FATIHAH KITA

Banyak sekali orang yang cara membacanya tegesa-gesa tanpa spasi, 
dan seakan-akan ingin cepat menyelesaikan shalatnya. 
Padahal di saat kita selesai membaca satu ayat dari surah Al-Fatihah tersebut, 
ALLAH menjawab setiap ucapan kita. 
Dalam Sebuah Hadits Qudsi Allah Subhanahu Wata'ala ber-Firman: 
"Aku membagi shalat menjadi dua bagian, untuk Aku dan untuk Hamba-Ku." 
■ Artinya, tiga ayat di atas Iyyaka Na'budu Wa iyyaka nasta'in adalah Hak Allah, 
dan tiga ayat kebawahnya adalah urusan Hamba-Nya. 
■ Ketika Kita mengucapkan 
"AlhamdulillahiRabbil 'alamin". Allah menjawab: "Hamba-Ku telah memuji-Ku." 
■ Ketika kita mengucapkan "Ar-Rahmanir-Rahim", Allah menjawab: 
"Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku." 
■ Ketika kita mengucapkan "Maliki yaumiddin", 
Allah menjawab: "Hamba-Ku memuja-Ku." 
■ Ketika kita mengucapkan 
“Iyyaka na’ budu wa iyyaka nasta’in”, Allah menjawab: 
“Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku.” 
■ Ketika kita mengucapkan 
“Ihdinash shiratal mustaqiim, Shiratalladzinaan’amta alaihim ghairil maghdhubi alaihim waladdhooliin.” 
Allah menjawab: “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku. 
Akan Ku penuhi yang ia minta.” (HR. Muslim dan At-Tirmidzi) 
■ Berhentilah sejenak setelah membaca setiap satu ayat. 
Rasakanlah jawaban indah dari Allah karena Allah sedang menjawab ucapan kita. 
■ Selanjutnya kita ucapkan "Aamiin" dengan ucapan yang lembut, 
sebab Malaikat pun sedang mengucapkan hal yang sama dengan kita. 
■ Barangsiapa yang ucapan “Aamiin-nya” bersamaan dengan para Malaikat, 
maka Allah akan memberikan Ampunan kepada-Nya.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud) . 
Jika text Ini bermanfaat silahkan dibagikan, sampaikan walau satu ayat.... 
Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam; 
"Siapa yang menyampaikan satu ilmu dan orang membaca mengamalkannya maka dia akan beroleh pahala walaupun sudah tiada." (HR. Muslim)

SEKEDAR RENUNGAN HARI INI


Apa yg kita cari dalam hidup ini...?

◆Kita hidup di gunung merindukan pantai...
◆Kita hidup di pantai merindukan gunung...
◆Kalau kemarau kita tanya kapan hujan?
◆Di musim hujan kita tanya kapan kemarau?
◆Diam di rumah inginnya pergi
◆Setelah pergi inginnya pulang ke rumah..
◆Waktu tenang cari keramaian...
◆Waktu ramai cari ketenangan...
◆Ketika masih bujang mengeluh ingin nikah Sudah berkeluarga, mengeluh belum punya anak,
   setelah punya anak mengeluh betapa beratnya biaya hidup dan pendidikan...
   Ternyata SESUATU itu tampak indah karena belum kita miliki...
◆Kapankah kebahagiaan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada,
   tapi mengabaikan apa yang sudah kita miliki...

Jadilah pribadi yang SELALU BERSYUKUR...
dengan rahmat yang sudah kita miliki...
Mungkinkah selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi  yang luas ini..??
Menutupi telapak tangan saja sulit...
Tapi kalo daun kecil ini nempel di mata kita, maka tertutuplah “BUMI" dengan Daun,
Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apa pun,
maka kita akan melihat keburukan dimana-mana Bumi ini  pun akan tampak buruk...
Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil...
Jangan menutupi hati kita, dengan sebuah pikiran buruk walau cuma seujung kuku...
SYUKURILAH apa yang sudah kita miliki, sebagai modal untuk meMULIAkan SANG PENCIPTA
Karena hidup adalah : WAKTU yang dipinjamkan, dan Harta adalah BERKAT yang dipercayakan... dan... semua itu kelak akan di mintai pertanggungjawaban.
Bersyukurlah atas nafas yang masih kita miliki... Bersyukurlah atas keluarga  yang kita miliki... Bersyukurlah atas pekerjaan yang kita miliki...h Bersyukur & selalu bersyukur di dalam segala hal.
Sukses untuk hari ini buat kita semua,,amiin

ARUMI NAZIFAH YUMNA

Minggu 22 September 2024 Hari yang dinanti nanti AN dan MN sepasangan suami istri,  dimana pada hari tersebut menjadi momen indah. Terlahir ...